Cat Blue

Cute Blinking Blue Cat

Selasa, 23 Juni 2015

TEORI EKONOMI BISNIS INTERNASIONAL

1. Teori Perdagangan Internasional
a) Mekantilisme
Suatu falsafah ekonomi berdasarkan keyakinan bahwa (1) kemakmuran sebuah negara bergantung pada harta yang terakumulasi, biasanya emas; dan (2) untuk meningkatkan kemakmuran, kebjakan pemerintah hendaknya menningkatkan ekspor dan mengurangi impor.
b) Teori Keunggulan Absolut
Kemampuan sebuah bangsa untuk memproduksi suatu barang lebihbanyak dengan jumlah masukan yang sama dengan negara lain. Sebuah contoh :
Misalkan ada persaingan sempurna dan tidak ada biaya-biaya trnasportasi di dunia dengan dua negara dan dua produk. Seandainya (1) satu unit masukan (kombinasi tanaha, tenaga kerja, dan modal) dapat memproduksi beras dan mobil di Amerika Serikat dan Jepang, (2) masing-masing negara memiliki dua unit input yang dapat digunakannya untuk memproduksi baik beras maupun mobil, (3) masing-masing negara memnggunakan satu unit masukan untuk memproduksi tiap-tiap produk.  Apabila tidak ada negara yang mengimpor atau mengekspor, jumlah-jumlah yang ditunjukkan dalam tabel juga merupakan apa yang tersedia bagi konsumsi lokal. Keluaran total dari kedua negara adalah 4 ton beras dan 6 mobil.
Komoditas Amerika Serikat Jepang Jumlah
Ton beras 3 1 4
Mobil 2 4 6
Amerika Serikat memiliki keunggulan absolut dalam memproduksi beras (3:1), sementara keunggulan Absolut Jepang berada dalam pembuatan mobil (4:2).
i. Spesialisasi Tiap Negara
Misalkan tiap negara memutuskan akan menggunakan sumber-sumbernya hanya untuk memproduksi produk yang lebih efisien.
Komoditas Amerika Serikat  Jepang  Jumlah
Ton beras 6 0 6
Mobil 0 8 8
ii. Nilai Tukar Perdagangan (Perbandingan Harga-Harga Internasional)
Dengan spesialisasi, sekarang produksi total kedua barang lebih besar. Tetapi untuk mengonsumsi kedua produk, kedua negara harus memperdagangkan sebagian surplus mereka. Dengan memperdagangkan kedua barang produksi mereka, maka keduanya sama-sama akan mendapat keuntungan karena sekarang masing-masing negara memiliki kuantitas sebagai berikut : 
Komoditas Amerika Serikat  Jepang  Jumlah
Ton beras 3 3 6
Mobil 4 4 8
iii. Keuntungan dari Spesialisasi Perdagangan
Karena tiap negara melakukan spesialisasi dalam memproduksi produk yang dapat dilakukan dengan lebih efisien dan kemudian memerdagangkan kelebihannya dengan barang-barang yang tidak dapat diproduksi seefisien itu, keduanya memperoleh keuntungan sebesar :
Komoditas Amerika Serikat  Jepang 
Ton beras 2
Mobil 2
c) Teori Keunggulan Komparatif
Sebuah bangsa yang memiliki kelemahan absolut dalam memproduksi dua barang dari sudut bangsa lain memiliki suatu keunggulan komparatif atau relatif dalam memproduksi di mana kelemahan absolutnya kurang.
Komoditas Amerika Serikat  Jepang  Jumlah
Ton beras 6 3 9
Mobil 5 4 9
i. Masing-Masing Negara Melakukan Spesilliasai
Apabila masing-masing negara melakukan spesialisasi dalam apa yang terbaik dikerjakan, keluarannya kaan menjadi sebagai berikut :
Komoditas Amerika Serikat  Jepang  Jumlah
Ton beras 12 0 12
Mobil 0 8 8
ii. Nilai Tukar Perdagangan
Dalam hal ini, nilai tukar perdagangan akan terletak di antara satu ton beras untuk lima per enam mobil yang harus dibayar oleh petani Amerika Serikat dan satu sepertiga mobil Jepang harus dibayar oleh pembuat mobil Jepang untuk satu ton beras Jepang. Meskipun teori keunggulan komparatif tidak mengemukakan rasio pertukaran, namun menyatakan bahwa kisaran perdagangan yang menguntungkan untu kedua belah pihak terletak antara rasio-rasio pra-perdagangan.
Kita asumsikan bahwa para pedagang setuju atas tingkat pertukaran (kurs) satu mobil untuk satu beras. Keduanya akan mendapat keuntungan sebagai berikut :
Komoditas Amerika Serikat  Jepang 
Ton beras 8 4
Mobil 4 4
Perdagangan ini meninggalkan Amerika Serikat dengan beberapa beras surplus dan satu mobil lebih sedikit daripada yang ia miliki sebelumnya. Jepang mempunyai lebih banyak beras dan jumlah mobil yang sama. Namun para petani beras Amerika seharusnya dapat memperdagangakan dua ton beras surplus untuk dua mobil di tempat lain.
Komoditas Amerika Serikat  Jepang 
Ton beras 6 4
Mobil 6 4
iii. Keuntungan yang Diperoleh dari Spesialisasi dan Perdagangan
Keuntungan spesialisasi dan perdagangan yang diperoleh dalam perdagangan ini :
Komoditas Amerika Serikat  Jepang 
Ton beras 1
Mobil 1
iv. Batas Kemungkinan Produksi
Sebelum perdagangan, Amerika Serikat memproduksi dan mengonsumsi enam ton beras dan lima mobil, sementara Jepang memproduksi dan mengonsumsi tiga ton beras dan empat mobil. Dengan masing-masing negra melakukan spesialisasi dalam produksi barang-barang di mana ia memiliki keunggulan komparatif dan memperdagangkan surplusnya dengan yang lain, kedua negara dapat  mengonsumsi.
Teori dari Heckscher-Ohlin bahwa negara-negara mengekspor produk-produk yang memerlukan sejumlah besar faktor produksi mereka yang berlimpah, dan mengimpor produk-produk yang memerlukan sejumlah besar faktor produksi mereka yang langka.
d) Teori Faktor Endowment oleh Heckscher-Ohlin
Menyatakan bahwa perbedaan-perbedaan internasional dan interregional dalam biaya produksi timbul karena perbedaan-perbedaan dalam pasokan faktor-faktor produksi. Barang-barang yang memerlukan sejumlah besar faktor produksi yang berlimpah-jadi lebih murah-akan memperendah biaya produksi, sehingga memungkinkan untuk dijual lebih murah di pasar-pasar internasional. Ketika kedua negara ini berdagang, masing-masing akan memperoleh barang-barang yang memerlukan sejumlah besar faktor produksi yang relatif langka dengan harga yang lebih rendah, dan keduanya akan memperoleh keuntungan dari transaksi itu.
i. Paradoks Leontief
Leontief Paradox menemukan bahwa Amerika Seriakat salah satu diantara negara-negara yang paling padat modal di dunia, mengekspor produk-produk yang padat kerja.para ekonomi berspekulasi bahwa hal ini timbul karena Amerika Serikat mengkeskpor produk-produk padat teknologi yang diproduksi oleh tenaga kerja yang sangat trampil yang memerlukan investasi modal besar untuk mendidik dan melatih serta mengimpor barang-barang sdengan teknologi dewasa yang memerlukan proses produksi massal yang padat modal oleh tenaga kerja yang tidak terdidik.
ii. Perbedaan Selera
Hal ini karena adanya permintaan yang selalu sulit untuk berhubungan dengan teori ekonomi dan yang begitu jauh telah kita abaikan-perbedaan-perbedaan dalam rasa/selera. Orang-orang bisnis tidak dapat mengabaikan perbedaan ini yang memungkinkan perdagangan mengalir dalam arah yang sama sekali berlawanan dengan yang diramalakan oleh teori keunggulan komparatif-dari negara-negara biaya tinggi-ke-sampai rendah.
iii. Memperkenalkan Uang
a. Kurs
Harga sebuah mata uang yang dinyatakan dalam nilai mata uang lainnya.
b. Pengaruh Kurs
Devaluasi mata uang menurunkan harganya terhadap mata uang lain.
e) Daur Hidup Produk Internasional
Sebuah teori yang menjelaskan mengapa suatu produk yang mula-mula  sebagai ekspor sebuah negara akhirnya menjadi impornya. Empat tahap yang  dilalui sebuah produk baru :
1. Ekspor AS
Pada tahap-tahap awal dari daur hidup produk, desain, dan metode produksinya berubah. Dengan mendekati pasar, manajemen dapat bereaksi secara cepat terhadap umpan balik pelanggan. Faktor-faktor ini digabungkan untuk membuat Amerika Serikat pemimpin dalam memperkenalkan produk baru. Untuk sementara perusahaan-perusahaan Amerika akan merupakan satu-satunya pabrikan dari produk itu; para pelanggan di luar negeri, begitu mengetahui adanya pabrikan itu, harus membeli dari perusahaan Amerika. Pasar ekspor berkmebang.
2. Produksi Luar Negeri Dimuali
Volume ekspor tumbuh dan menjadi cukuo besar untuk mendukung produksi lokal. Apabila inovatronya adalah perusahaan multinasional, maka ia akan mengirim ke anak-anak perusahaannya informasi mengenai produk baru dengan penjnelasan yang lengkap tentang bagaimana cara memproduksinya. Kalau tidak ada afiliasi, para pelaku bisnis di luar negeri, ketika mengetahui produk itu, akan memperoleh lisensi untuk memproduksinya. Maka, dimulailah produksi luar negeri.
3. Persaingan Luar Negeri dalam Pasar Ekspor
Kejenuhan pasar lokak akan menyebabkan mereka mencari para pembeli di tempat lain. Pada tahap ini, perusahaan-perusahaan asing bersaing di pasar-pasar ekspor.
4. Persaingan Impor di Amerika Serikat
Skala ekonomi yang dinikmati oelh perusahaan Amerika, mereka dapat mencapai suatu titik di mana mereka dapat bersaing dalam kualitas dan menjual lebih murah daripada perusahaan Amerika di pasar Amerika. Sejak saat itu, pasar Amerika akan dilayani pasar impor.
Beberapa Penjelasan yang Lebih Baru untuk Arah Perdaganagn 
A. Skala Ekonomi dan Kurva Pengalaman
Skala ekonomi dan kurva pengalaman mempengaruhi perdagangan internasional karena memungkinkan industri-industri suatu negara menjadi produsen biaya-rendah tanpa memiliki faktor-faktor produksi yang berlimpah. Kemudian persis seperti dalam hal keunggulan komparatif, bangsa-bangsa mengadakan spesialisasi dalam prosuksi beberapa produk dan berdagang dengan bangsa-bangsa lain untuk memasok sisa kebutuhan mereka.
B. Teori Penggerak Pertama (First Moves Theory)
Sebagian ahli teori manajemen menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang pertama menerobos pasar (penggerak pertama) akan segera mendominasinya. Sebagai hasil dari bagian pasar yang besar akan memungkinkan mereka memperoleh manfaat skala ekonomi.
C. Teori Linder mengenai Permintaan yang Tumoang Tindih
Teori orientasi permintaan menyatakan bahwa selera konsumen sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, dan karenanya tingkat pendapatan per kapita suatu bangsa menentukan jenis baranf-barang yang akan dimintanya.
Teori Linder mangambil kesimpulan bahwa perdagangan internasional dalam barang-barang manufaktur akan menjadi lebih besar antara negara-negara dengan tingkat pendapatan per kapita yang sama dari pada antara negara-negara yang tidak sama tingkat prndapatan per kapitanya. Barang-barang yang akan diperdagangakan adalah barang-barang di mana terdapat terdapat permintaan tumpang tindih (overlapping demand), yang brarati para konsumen di kedua negara meminta barang yang sama.
a) Keunggulan Kompetitif Bangsa-Bangsa dari Porter
Porter menyatakan bahwa empat jenis variabel akan mempunyai dampak atas kemampuan perusahaan-perusahaan lokal di suatu negara untuk menggunakan sumber-sumber negara itu guna memperolehkeunggulan komparatif.
1) Kondisi-Kondisi Permintaan-Sifat Dasar dari Permintaan Domestik
Apabila pelanggan sebuah perusahaan mempunyai permintaan, perusahaan akan memproduksi produk-produk yang berkualitas tinggi dan inovatif dan dalam melakukan hal itu akan memperoleh keunggulan kompetitif atas perusahaan-perusahaan yang berada di tempat di mana tekanan domestik lebih kecil.
2) Kondisi-Kondisi Faktor-level dan Komposisi Faktor Produksi
Porter membedakan anatar faktor-faktor dasar (teori Heckscher-Ohlin)dan faktor-faktor lanjutan (infrastruktur sebuah negara). Kekurangan sumber daya alam telah menyebabkan bangsa-bangsa melakukaninvestasi dalampenciptaan faktor-faktor lanjutan, seperti pendidikan angkatan kerjanya, pelabuhan bebas dan sistem komunikasi maju, untuk memungkinkan industri-industri mereka bersaing secara global.
3) Industri-Industri Terkait dan Pendukung-Para Pemasok dan Jasa Dukungan Industri
Perusahaan-perusahaan dalam sebuah industri dengan para penyedianya, penyedia bagi penyedia, dan seterusnya, cenderung membentuk sebuah kelompok di lokasi tertentu, seringkali tanpa alasan yang jelas.
4) Strategi, Struktur, dan Persaingan Perusahaan
Perluasan persaingan domestik, adanya hambatan-hambatan untuk masuk, serta organisasi dan gaya manajemen perusahaan. Porter mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan yang mengalami persaingan berat di pasar-pasar domestiknya secara konstan akan meningkatkan efisiensinya, yang membuat mereka lebih kompetitif secara internasional.
Ringkasan Teori Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional timbul utamanya karena perbedaan-perbedaan harga relatif diantara negara. Perbedaan-perbedaan ini berasal dari perbedaan dalam biaya produksi, yang diakibatkan oleh :
1. Perbedaan-perbedaan dalam perolehan atas faktor produksi.
2. Perbedaan-perbedaan dalam tingkat teknologi yang menentukan intensitas faktor yang digunakan.
3. Perbedaan-perbedaan dalam efisiensi pemanfaatan faktor-faktor ini.
4. Kurs valuta asing.
Perbedaan selera dan variabel permintaan, dapat membalikkan arah perdagangan yang diramalkan oleh teori. Teori perdagangan internasional menunjukkan bahwa bangsa-bangsa akan memperoleh suatu tingkat kehidupan yang lebih tinggi dengan melakukan spesialisasi dalam barang-barang di mana mereka memiliki keunggulan komparatif dan mengimpor barang-barang yang mempunyai kerugian secara komparatif. Hambatan-hambatan yang menghentikan mengalirnya barang-barang dengan bebas akan membahayakan kesejahteraan suatu bangsa.
RESTRIKSI PERDAGANGAN
ARGUMEN-ARMUMEN BAGI RESTRIKSI PERDAGANGAN DAN TANGKISANNYA
A. Pertahanan Nasional
Industry tertentu memerlukan proteksi dari import karena vital bagi pertahanan nasional, dan harus tetap diberlakukan meskipun terdapat kerugian secara komparatif berkenaan denganpersaingan luar negeri. Apabila persaingan dari perusahaan asing mendorong perusahaan menghentikan usahanya dan membiarkan negara bergantung pada import mungkin tidak tersedia dimasa perang.
B. Melindungi Industry Yang Baru Tumbuh (Infant Industry)
Industry yang baru tumbuh memerlukan proteksi terhadap import sampai angkatan krja terlatih, teknik produksi dikuasai, dan telah mencapai skala ekonomi. Alasan tanpa proteksi, sebuah perusahaan tidak akan mampu berthan hidup karena biaya impor biaya rendah dari para pesaing asing yang lebih dewasa akan menjual barang lebih murah daripada mereka dipasar lokalnya.
C. Melindungi Tenaga Kerja Domestic Dari Tenaga Asing Yang Murah
Salah satu alasn bagi proteksi yang digunakan oleh para pabrikan di negara berkembang, bahwa mereka tidak dapat bersaingmelawan perusahaan dengan biaya rendah namun sangat produktif di negara industry. Dengan adanya argument ini, mereka terbujuk untuk menghentikan import guna melindungi pekerjaan domestic didalam negeri, bahwa eksport Amerika menciptakan lapangan kerja-setiap $1 milliar dalam eksport menciptakan 25.000 pekerjaan baru. Apabila akan menghentikan import dari sebuah negara, pemerintah bisa membalas dengan bea masuk yang lebih besar atas barang-barang eksport. Akibatnya dapat berupa keerugian bersih atas pekerjaan daripada memperoleh yg diharapkan.
D. Tariff Ilmiah Atau Persaingan Yang Adil
Jika sekedar menginginkan bea maasuk yang akn meningkatkan biaya barang import sama dengan biaya barang-barang yang diproduksi dalam negeri, hal ini akan mengurangi setiap keeunggulan “tidak adil” yang mungkin diperoleh pesaing asing karena teknologi superior, biaya bahan mentah lebih rendah, pajak lebih rendah atau biaya tenaga kerja lebih rendah.
E. Tindakan Balasan
Perwakilan industry yang eksportnya telah mendapat hambatan-hambatan import yang dikenakan atas mereka oleh sebuah negara lain, meminta pemerintah mereka untuk membalas dengan hambatan-hambatan yang sama.
a) Dumping
Dumping:  menjual suatu produk di luar negeri dengan harga kurang dari biaya produksi, harga dipasar dalam negeri, atau harga untuk negara-negara ketiga.
Jenis-jenis dumping baru:
1. Dumping social: persaingan yang tidak adil oleh berbagai perusahaan di negara-negara berkembang yang telah menurunkan biaya tenaga kerja dan memperburuk kondisi kerja.
2. Dumping lingkungan: persaingan tidak adil disebabkan oleh belum adanya standar-standar lingkungan suatu negara.
3. Dumping jasa keuangan: persaingan tidak adil yang disebabkan oleh rendahnya rasio modal bank/asset yang dipersyaratkan sebuah negara.
4. Dumping budaya: persaingan tidak adil yang disebabkan oleh hambatan-hambatan budaya yang membantu perusahaan-perusahaan local.
b) Subsidi
Sumbangan keuangan, diberikan secara langsung atau tidak langsung  oleh pemerintah tanpa imbalan keuntungan. Termasuk hibah, perlakuan pajak, istimewa dan asumsi pemerintah mengenai pengeluaran bisnis yang normal. Countervailing duties: pajak-pajak import tambahan yang dikenakan atas import yang telah memperoleh keuntungan dari subsidi eksport.
c) Argument-argumen lain
1. Mengizinkan diversifikasi perekonomian domestic.
2. Meningkatkan neraca perdagangan.
F. Jenis-Jenis Restriksi
1. Hambatan-hambatan tariff.
· Tariff: pajak atas barang import dengan tujuan menaikkan harga untuk mengurangi persaingan bagi produsen local atau merangsang produksi local.
· Bea ad valorem: pajak import yang dikenakan sebgai suatu presentase dari nilai faktur barang import.
· Bea spesifik: jumlah tetap yng dikenakan atas unit fisik barang import.
· Bea kombinasi: kombinasi paajak-pajak spesifik dan ad valorem.
· Pajak variable: pajak import yang ditetapkan dengan perbedaan antara harga pasar dunia dan harga yang didukung pemerintah local.
2. Hambatan-hambatan nontariff.
· Kuota: batas jumlah yang dikenakan ats jenis import tertentu.
· Hambatan eksport sukarela (VER): kuoa eksport yang dikenakan oleh negara pengeksport.
· Persetujuan tertib pemasaran: persetujuan resmi antara negara-negara pengekport dan pengimport yang mencantumkan kuota import atau eksport yang akan diperoleh tiap negara untuk suatu barang.
3. Hambatan-hambatan nontariff nonkuantitatif.
· Partisispasi pemerintah langsung dalam perdagangan.
· Prosedur kebean dan administrative lainnya.
· Standar.
G. Menciptakan Pasar Baru
Perusahaan yang telah meninggalkan pasar dengan pajak import yang sangat tinggi atau hambatan-hambatan nontariff, seperti standar produk atau prosedur kepabeanan yang dirancang untuk menyingkirkan produk-produk asing.
Dari system multinsional ke system pabrikasi terpadu secara global.
1. Menutup pabrik yang tidak efisien dan memasok pasar-pasar mereka dengan impor dari cabang-cabang lain.
2. Mengubah system pemanufakaturan multidomestik menjadi system terpadu secara global di masing-masing pabrik melaaksanakan kegiatan yang paling efisien.
Pembangunan Ekonomi
a) Kategori berdasarkan tingkat pembangunan ekonomi:
· Maju: klasifikasi untutk semua negara-negara industry, yang secara teknis paling  maju.
· Berkrmbang: klasifikasi untuk negara-negara berpenghasilan rendaha di dunia, yang secara teknis kurang maju.
· Negara-negara industry baru: keempat macan asia dan perekonomian Brasil, Meksiko, Malaysia, Chili, dan Thailand yang berpenghasilan menengah.
b) PNB/ kapita sebagai indikator
PNB (GNI/ kapita) digunakan secara luas untuk membandingkan negara-negara dalam hal kesejahteraan warga negaranya dan untuk pasar atau potensi investasi
c) Konversi mata uang 
PDB dalm mata uang lokal harus dikonversiakn ke suatu mata uang yang umum diterima biasanya dolar dengan menggunakan kur. Bank dunia menganggap penggunakan kurs mata resmi untuk mengkorversi angka mata uang nasional ke dalam dolar AS tidak mencerminkan daya beli mata uang domestikParitas daya beli :jumlah unit mata uang yang diperlukan untuk membeli jumlah barang-barang dan jasa-jasa yang sama dipasar domesstik sebanyak yang dapat dibeli dengan S11 di AS
d) Karakteristik negara berkembang 
1. PNB/kapita kurang dari $9.265 ( kriteria bank dunia)
2. Distribusi pendapatan tidak merata, dengan kelas menengah yang sangat kecil
3. Dualisme teknologi-campuaran peruasaan yang menggunakan teknologi mutakhir dan perusahaan yang memakai cara primitif
4. Dualisme regional- produktivitas dan pendapatan yang tinggi dibeberapa wilayah yang lain
5. Sebagian besar (80 samapai 85 persen) penduduk memperoleh penghasialn dari sektor pertanian yang relatif tidak produkyif
6. Pengangguran  tidak kentara atau setenganh pengangguran
7. Pertumnbuhan penduduk yang tinggi (2,5 sampai 4 persen setahun)
8. Tingkat buta huruf yang tinggu dan saran pendididkan yang kurang memadai 
9. Kekurangan gizi
10. Imstabilitas politik
11. Sangat bergantung padan beberapa produk ekspor(  pertamian dam pertambangan)
12. Topografi yang tidak ramah
13. Tingkat tabungan yang rendah dan fasilitas perbangkan yang tidak memadai
e) Pendekatan kebutuhan manusia
Mendefinisikan pembangunan ekonomi sebagain pengurang kemisiskinan dan pengangguran sertsa peningkatan pendapatan.
f) Subtitusi imppor produksi barang lokal untuk menggatikan impor
TEORI INVESTASI INTERNASIONAL
a) Teori investasi langsung luar negri kontemporer 
Teori keunggulan monopolistik : investasi langsung luar negri dilakukan oleh perubahan dalam industri oligopolistik memeiliki keungguulan teknis dan keunggualan laian atass perusahaan pribumi
b) Ketidaksempurnaan pasar produk dan faktor produksi
Melakuakan investasiuntuk memproduksi berbagai produk yang disukai konsumen 
c) Teori-Teori Lain
Investasi silang investasi langsung luar negri oleh perusahaan oligopoli dinegara negara asla masing masing sebagai tidakan pertahananTeori internalisasi : perluasn teori pasar tidak semourana : untik memperoleh llaba yang lebih tinngi atas investasinya sebuah perusahaan akan mentransfer pengetahuan unggulnya ke cbanag diluar negri dari pada menjualanya di pasasr terbuakaTeori elektik produksi : internasional bagi perusahaan yang akan melakukan investasi diluar negri harus mempunyai tiga jenis keunggulkan kepemilikan yang khas, internalisasi dan kekhsaan lokasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar