1. Beberapa Prinsip Umum Etika Bisnis
Prisnsip pertama adalah prinsip otonomi. Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Orang bisnis yang otonom adalah orang yang sadar sepenuhya akan apa yang menjadi kewajibannya dalam dunia bisnis. Orang yang otonom bukanlah orang yang mengikuti begitu saja norma dan nilai moral yang ada, melainkan adalah orang yang melakukan sesuatu karena tahu dan sadar bahwa itu baik.
Dalam etika, kebebasan adalah persyaratan utama untuk betindak secara etis. Hanya orang yang bebas yang bisa bertindak secara etis karena tindakan etis adalah tindakan yang dalam bahasa Kant bersumber dari kemauan baik serta kesadaran pribadi. Seorang pelaku bisnis hanya mungkin berindak secara etis apabila ia diberi kebebasan dan kewenangan penuh untuk mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan pa yang dianggapnya baik. Karena itu, tanpa kebebasan seorang manajer tidak akan bisa menjadi manajer yang baik secara etis, melainkan sebaliknya hanya mengikuti perintah dan kemauan dari pihak lain di luar dirinya. Orang yang otonom adalah orang yang tidak saja sadar akan kewajibannya dan bebas mengambil keputusan dan tindakan berasarkan apa yanh dianggapnya baik melainkan juga adalah orang yang bersedia mempetanggungjawabkan keputusannya dan tindakannya serta dampak dari keputusan dan tindakannya. Prang yang bermoral adalah orang yang selalu bersedia untuk bertanggung jawab atas tindakannya.
Tiga unsur otonomi dalam bisnis. Pertama, dengan otonomi setiap pelaku bisnis dan juga setiap karyawan dari segala jenjang diperlukan sebagai manusia-manusia bermoral, yang mamapu mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang baik serta bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya. Dalam dunia bisnis tanggung jawab moral yang diharapkan dari setiap pelaku bisnis mengarah pada tanggung jawab dan kejujuran.
Prisnisp kedua, prinsip kejujuran. Bisnis tidak akan bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan pada prinsip kejujuran. Kejujuran adalah kunci keberhasilan bisnis. Dalam mengikat perjanjian dan kontrak tertentu, semua pihak (pelaku binis dalam hal ini) secara a priori saling percaya satu sama lain, bahwa masing-masing pihak tulus dan jujur dalam membuat perjanjian dan kontrak itu dan lebih dari itu serius serta tulus dan jujur melaksanakan janjinya. Kejujuran juga relevan dalam penawaran dan jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Kejujuran juga relevan dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan. Dalam ketiga wujud diatas, kejujuran terkait erat dengan kepercayaan.
Prinsip ketiga, prinsip keadilan. Prinsip ini menuntut agar setip orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip keadilan menuntut agar setiaporang dalam kegiatan bisnis entah dalam relasi eksternal perusahaan maupun relasi internal perusahaan perlu diperlukan sesuai dengan haknya masing-masing.
Prisnsip keempat, prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principal). Menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. Prinsip kelima adalah integritas moral. Dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dia perlu menjalankan bisnis dengan menjaga nama baik perusahaannya.
Menurut Adam Smith prinsip no harm (tidak merugikan hak dan kepentingan orang lain) merupakan prinsip paling minim dan paling pokok yang harus ada bagi interaksi sosial mana pun, termasuk bisnis.
2. Etos Bisnis
Adalah suatu kebiasaan atau budaya moral menyangkut kegiatan bisnis yang dianut dalam suatu perusahaan dari satu generasi ke generasi yang lain. Inti etos ini adalah pembudayaan atau pembiasaan penghayatan akan nilai, norma, atau prinsip moral tertentu yang dianggap sebagai inti kekauatan dari suatu perusahaan yang sekaligus juga membedakannya dari perusahaan lain. Bisa dalam bentuk mutu, pelayanan, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, perlakuan yang fair tanpa diskriminasi.
Nilai adalah apa yang diyakini sebagai hal yang paling mendasar dalam hidup ini dan menyangkut kondisi yang didambakan dan paling penting bagi seseorang atau suatu kelompok orang dan yang sekaligus paling menentukan dalam hidup orang atau kelompok itu. Berkembang atau tidaknya sebuah etos bisnis dalam sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh gaya kepemimpinan dalam perusahaa tersebut.
3. Relativitas Bisnis dan Moral
Pandangan pertama adalah bahwa norma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Pandangan kedua mengenai nilai dan norma moral sendiri paling benar dalam arti tertentu mewakili kubu ,oralisme universal bahwa pada dasarnya norma dan nilai berlaku universal, dan karena itu apa yang dianggap dan dianut sebagai benar di negara sendiri harus juga diberlakukan di negara lain (karena anggapan bahwa di negara lain prinsip itu pun berlaku dengan sendirinya). Menurut De George, prinsip paling pokok yang berlaku universal, khususnya dalam bisnis adalah prinsip integrasi pribadi atau integrasi moral. Prinsip integritas pribadi mengandung pengertian bahwa norma yang dianut adalah norma yang sudah diterima menjadi milik pribadi dan tidak lagi bersifat eksternal.
4. Pendekatan Stakeholder
Merupakan sebuah pendekatan baru yang banyak digunakan, khususnya dalam etika bisnis, belakangan ini ddengan mencoba mengintegrasikan kepentingan bisnis di satu pihak dan tunutan etika di pihak lain. Pendekatan stakeholder adalah cara mengamati dan menjelaskan secara analitis bagaimana berbagai unsur dipengaruhi dan mempengaruhi keputusan dan tindakan bisnis. Pendekatan ini terutama memetakan hubungan-hubungan yang terjalin dalam kegiatan bisnis pada umumnya untuk memperlihatkan siapa saja yang punya kepentingan, terkait, dan terlibat dalam kegiatan bisnis [ada umumnya. Pendekatan ini mempunyai satu tujuan imperatif : bisnis harus dijalankan sedemikina rupa agar hak dan kepentingan semua pihak terkait yang berkepentingan (stakeholder) dengan suatu kegiatan bisnis dijamin , iperhatikan, dan dihargai.
Sumber :Keraf, Sonny. (1998). Etika Bisnis, Tuntutan dan Relevansinya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar